UIPUR

Rapat Koordinasi Perbankan Bali Bahas Kesiapan Uang dan Keamanan Transaksi

Renaissance Bali Nusa Dua Resort, 27–28 September 2025

I Ngurah Gede Adi Putra
I Ngurah Gede Adi Putra 29 Sep 2025

Denpasar – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali menyelenggarakan Rapat Koordinasi Perbankan Bali pada 27–28 September 2025 di Renaissance Bali Nusa Dua Resort. Kegiatan ini diikuti oleh 52 peserta yang terdiri atas Unit Implementasi Peredaran Uang Rupiah (UIPUR), KPwBI Provinsi Bali, perbankan se-Bali, dan Penyedia Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR).

Agenda rapat membahas evaluasi pengolahan dan pemenuhan kebutuhan uang rupiah di Bali, khususnya menjelang periode akhir tahun, Natal, dan Tahun Baru. Bank Indonesia menekankan pentingnya ketersediaan uang layak edar dalam jumlah yang cukup, termasuk pecahan kecil, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Sejumlah isu teknis menjadi sorotan, antara lain:

  • Masih ditemukannya pencampuran uang rusak dalam setoran, kesalahan label, serta ketidaksesuaian fisik uang.

  • Kesalahan input kode referensi pada transaksi RTGS yang berpotensi mengganggu kelancaran sistem pembayaran.

  • Praktik pembagian uang oleh PJPUR di area setoran yang dinilai tidak sesuai prosedur.

Selain itu, Bank Indonesia mendorong percepatan implementasi BISILK Gen 2 untuk meningkatkan efisiensi layanan kas serta memperkuat edukasi digital melalui platform biteach.id yang dirancang guna meningkatkan kapabilitas frontliner perbankan dalam mengenali ciri keaslian rupiah.

Rapat juga menyoroti tantangan digitalisasi sistem pembayaran. Paparan KPwBI Bali menekankan perkembangan QRIS dan inovasi QRIS Tap berbasis NFC, serta risiko fraud digital yang semakin meningkat. Melalui program “PEKA” dan gerakan lokal “Eling Rage”, Bank Indonesia memperkuat edukasi masyarakat terkait keamanan transaksi digital.

Kepolisian Daerah Bali turut memaparkan strategi penanggulangan uang palsu serta tindak pidana perbankan. Kolaborasi lintas lembaga diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik dan stabilitas sistem keuangan.

Secara keseluruhan, rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi Bank Indonesia, perbankan, dan mitra strategis lainnya dalam menjaga ketersediaan uang rupiah yang berkualitas, aman, serta mendukung kelancaran sistem pembayaran di Bali.

Leave a reply