#MPLS SMA Negeri 1 Manggis Jadi Awal Menumbuhkan Generasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah
Karangasem – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan sekadar ajang mengenalkan lingkungan belajar kepada peserta didik baru. Lebih dari itu, momentum ini menjadi kesempatan strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter yang akan membentuk generasi muda Indonesia, termasuk kesadaran untuk mencintai, menghargai, dan memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali melalui Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah (UIPUR) menyelenggarakan program RUPADEWA (Rupiah Pesona Dewata) berupa edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada peserta didik baru SMA Negeri 1 Manggis, Kabupaten Karangasem, pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 400 peserta didik baru ini menjadi bagian dari rangkaian MPLS sekaligus langkah awal membangun literasi Rupiah dan literasi keuangan sejak memasuki jenjang pendidikan menengah atas.
Sejak kegiatan dimulai, suasana berlangsung penuh semangat. Para siswa mengikuti setiap sesi edukasi dengan antusias melalui pemaparan materi, diskusi, praktik langsung, hingga kuis interaktif. Pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan membuat peserta lebih mudah memahami materi sekaligus mendorong mereka untuk aktif bertanya dan berbagi pandangan mengenai peran Rupiah dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan pemahaman mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Para peserta diajak memahami bahwa mencintai Rupiah diwujudkan melalui kebiasaan merawat uang dengan baik menggunakan prinsip 5 Jangan—jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan dibasahi, dan jangan distapler. Selain itu, siswa juga dikenalkan pada metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) sebagai cara sederhana untuk mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah. Edukasi ini menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam membangun karakter yang menghargai Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Selain memperkuat pemahaman mengenai Rupiah, kegiatan ini juga menjadi sarana peningkatan literasi keuangan bagi generasi muda. Melalui berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan pelajar, peserta diperkenalkan pada pentingnya mengelola keuangan secara sederhana, membangun kebiasaan menabung, serta menggunakan uang secara bijak dan bertanggung jawab. Bekal tersebut diharapkan mampu membentuk perilaku finansial yang sehat sejak usia sekolah.
Lebih jauh, kegiatan ini menanamkan kesadaran bahwa setiap pelajar memiliki peran sebagai agen perubahan. Dengan pemahaman yang telah diperoleh, para siswa didorong untuk menyebarluaskan pesan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada keluarga, teman sebaya, dan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Langkah sederhana seperti merawat uang Rupiah, mengenali keaslian uang, hingga mengajak orang lain memperlakukan Rupiah dengan baik diyakini mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Antusiasme peserta selama sesi diskusi, praktik, dan kuis interaktif menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang partisipatif mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membangun kepedulian terhadap Rupiah. Dukungan dari pihak SMA Negeri 1 Manggis juga mencerminkan komitmen bersama dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, literasi keuangan, dan rasa bangga terhadap mata uang Indonesia.
Melalui kegiatan RUPADEWA di SMA Negeri 1 Manggis, Bank Indonesia berharap nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dapat tertanam kuat sejak awal masa sekolah. Dengan bekal pengetahuan, karakter, dan kepedulian tersebut, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menjaga Rupiah, membangun budaya literasi keuangan, serta berkontribusi dalam memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.
Membangun kecintaan terhadap Rupiah sejak hari pertama sekolah merupakan investasi karakter yang akan melahirkan generasi muda cerdas finansial, bangga terhadap Rupiah, dan siap menjadi agen perubahan bagi kemajuan Indonesia.