UIPUR

MPLS di SMP Negeri 5 Abiansemal Jadi Awal Menumbuhkan Generasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah

UIPUR

I Ngurah Gede Adi Putra
I Ngurah Gede Adi Putra 14 Jul 2026

#MPLS di SMP Negeri 5 Abiansemal Jadi Awal Menumbuhkan Generasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah

Badung – Hari-hari pertama memasuki lingkungan sekolah menjadi momen penting bagi peserta didik untuk membentuk karakter dan kebiasaan yang akan mereka bawa sepanjang masa belajar. Selain mengenal budaya sekolah dan membangun semangat kebersamaan, siswa juga dibekali nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi fondasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah menumbuhkan rasa Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Melalui program RUPADEWA (Rupiah Pesona Dewata), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menghadirkan edukasi CBP Rupiah dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 5 Abiansemal, Kabupaten Badung, pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk memperkuat literasi keuangan sejak dini sekaligus menanamkan kesadaran kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh semangat. Sejak awal sesi, para peserta didik baru menunjukkan antusiasme tinggi mengikuti setiap materi yang disampaikan. Melalui pemaparan yang komunikatif, diskusi interaktif, hingga praktik langsung mengenali uang Rupiah, para siswa diajak memahami bahwa Rupiah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar alat pembayaran dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam edukasi tersebut, peserta diperkenalkan pada makna Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Mereka memahami bahwa menggunakan Rupiah merupakan bentuk dukungan terhadap perekonomian nasional, sementara mengenali keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) menjadi bekal penting agar semakin percaya diri dalam bertransaksi. Pemahaman ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap mata uang Indonesia sejak mereka mengawali perjalanan di jenjang sekolah menengah pertama.

Pesan Cinta Rupiah juga diperdalam melalui pembiasaan perilaku sederhana dalam merawat uang. Para siswa dikenalkan pada prinsip 5 Jangan—jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi—sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas Rupiah. Melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta menyadari bahwa menjaga kondisi Rupiah merupakan tanggung jawab setiap warga negara dan menjadi bagian dari penghormatan terhadap simbol negara.

Lebih dari sekadar memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong para pelajar untuk menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya. Siswa diajak membawa pulang pesan-pesan CBP Rupiah kepada keluarga, teman, dan masyarakat, sehingga nilai-nilai yang diperoleh di sekolah dapat terus berkembang menjadi budaya positif dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta selama sesi tanya jawab dan praktik mengenali keaslian Rupiah menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang interaktif mampu meningkatkan pemahaman siswa secara efektif. Pihak sekolah pun memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini karena dinilai selaras dengan upaya membentuk karakter peserta didik yang bertanggung jawab, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap literasi keuangan.

Melalui kegiatan CBP Rupiah Goes to School di SMP Negeri 5 Abiansemal, Bank Indonesia berharap semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dapat tumbuh sejak hari pertama para siswa menginjakkan kaki di lingkungan sekolah. Dengan bekal pengetahuan, karakter, dan kesadaran yang kuat, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menjaga Rupiah, mengelola keuangan secara bijak, serta menyebarluaskan nilai-nilai positif kepada lingkungan di sekitarnya.

Menanamkan kecintaan terhadap Rupiah sejak awal masa sekolah adalah investasi karakter bagi lahirnya generasi yang cerdas finansial, bangga terhadap Indonesia, dan siap menjaga kedaulatan bangsa.

Leave a reply