UIPUR

Menanamkan Makna Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah Sejak Dini di SD Negeri 4 Abiansemal

UIPUR

I Ngurah Gede Adi Putra
I Ngurah Gede Adi Putra 14 Jul 2026

#Menanamkan Makna Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah Sejak Dini di SD Negeri 4 Abiansemal

Badung – Menanamkan kecintaan terhadap Rupiah sebaiknya dimulai sejak usia dini. Dengan mengenal fungsi, makna, dan cara merawat Rupiah sejak di bangku sekolah dasar, anak-anak tidak hanya belajar tentang uang sebagai alat pembayaran, tetapi juga memahami bahwa setiap lembar Rupiah merupakan simbol kedaulatan bangsa yang patut dijaga bersama.

Semangat tersebut menjadi landasan pelaksanaan RUPADEWA (Rupiah Pesona Dewata) melalui program CBP Rupiah Goes to School yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali di SD Negeri 4 Abiansemal, Kabupaten Badung, pada Jumat, 3 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan edukasi yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dapat diterima dengan lebih mudah oleh para siswa.

Sejak awal kegiatan, suasana kelas dipenuhi antusiasme. Para siswa aktif mengikuti setiap sesi edukasi, mulai dari mendengarkan materi, menjawab pertanyaan, hingga mengikuti berbagai permainan yang menguji pengetahuan mereka tentang Rupiah. Pendekatan yang komunikatif membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan bagi peserta.

Dalam kegiatan ini, siswa diajak memahami makna Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus alat pembayaran yang sah. Mereka juga dikenalkan pada cara mengenali keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang), sehingga sejak dini memiliki kemampuan untuk mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah.

Pemaknaan terhadap pesan Cinta Rupiah kemudian diperdalam melalui pembiasaan perilaku sederhana dalam merawat uang. Melalui praktik langsung dan permainan edukatif, para siswa belajar menerapkan prinsip 5 Jangan, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi langkah nyata dalam menjaga kualitas Rupiah agar tetap layak edar dan dapat digunakan lebih lama oleh masyarakat.

Lebih dari sekadar memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong peserta didik untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya. Para siswa diajak membawa pulang pesan-pesan CBP Rupiah kepada keluarga dan teman sebaya, sehingga nilai-nilai yang diperoleh di sekolah dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, edukasi mengenai Rupiah tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berkembang menjadi budaya positif di lingkungan masyarakat.

Antusiasme yang ditunjukkan para siswa sepanjang kegiatan menjadi bukti bahwa pendekatan edukasi yang kreatif dan sesuai dengan karakter anak mampu meningkatkan pemahaman mereka terhadap pentingnya mencintai, membanggakan, dan menjaga Rupiah. Kolaborasi antara Bank Indonesia dan dunia pendidikan juga menunjukkan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki literasi keuangan dan rasa cinta terhadap simbol negara.

Melalui program CBP Rupiah Goes to School, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan kesadaran bahwa menjaga Rupiah merupakan bagian dari menjaga kedaulatan bangsa. Dari ruang kelas di SD Negeri 4 Abiansemal, semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah diharapkan terus menyebar hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat, membentuk generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan bangga terhadap mata uang Indonesia.

Karena mengenal Rupiah sejak dini adalah langkah awal menumbuhkan generasi yang siap menjaga kedaulatan negeri.

Leave a reply