UIPUR

Edukasi CBP Rupiah dan Implementasi MHUL Warnai MPLS SMA Negeri 5 Denpasar

PUR

I Ngurah Gede Adi Putra
I Ngurah Gede Adi Putra 16 Jul 2026

#Edukasi CBP Rupiah dan Implementasi MHUL Warnai MPLS SMA Negeri 5 Denpasar

Denpasar – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momentum yang tepat untuk membangun karakter peserta didik baru, tidak hanya dalam mengenal budaya sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai yang akan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah menumbuhkan semangat Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta membangun kesadaran bahwa setiap pecahan Rupiah, termasuk uang logam, memiliki nilai dan peran penting dalam perekonomian nasional.

Semangat tersebut diwujudkan melalui program RUPADEWA (Rupiah Pesona Dewata) yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali melalui Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah (UIPUR) di SMA Negeri 5 Denpasar pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta didik baru ini menjadi bagian dari rangkaian MPLS sekaligus dirangkaikan dengan implementasi Mesin Hitung Uang Logam (MHUL) sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pemanfaatan uang logam di lingkungan sekolah.

Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung penuh semangat dan partisipatif. Para peserta aktif mengikuti pemaparan materi, diskusi, kuis interaktif, hingga praktik langsung mengenali keaslian uang Rupiah. Antusiasme siswa semakin terlihat saat mereka diperkenalkan dengan penggunaan MHUL, sebuah inovasi yang mempermudah proses penghitungan sekaligus mendorong pemanfaatan uang logam dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam sesi edukasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai makna Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah sebagai bagian dari karakter generasi muda Indonesia. Siswa diajak memahami pentingnya merawat uang Rupiah melalui penerapan prinsip 5 Jangan—jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan dibasahi, dan jangan distapler—serta mengenali ciri-ciri keaslian uang menggunakan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Edukasi ini memperkuat kesadaran bahwa menjaga kualitas Rupiah merupakan bentuk penghormatan terhadap simbol kedaulatan negara.

Keunikan kegiatan kali ini terletak pada implementasi Mesin Hitung Uang Logam (MHUL) yang diperkenalkan kepada para peserta didik. Melalui demonstrasi penggunaan MHUL, siswa diajak memahami bahwa seluruh pecahan Rupiah, termasuk uang logam, memiliki fungsi dan nilai yang sama pentingnya dalam sistem pembayaran. Kehadiran MHUL juga menjadi sarana edukasi untuk membangun kebiasaan menabung, memanfaatkan uang logam secara optimal, serta menghilangkan anggapan bahwa uang logam memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan uang kertas.

Selain memperkuat pemahaman mengenai Rupiah, kegiatan ini juga mendorong peserta didik untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Para siswa diharapkan mampu menyebarluaskan pesan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, mengajak orang lain untuk merawat uang dengan baik, mengenali keaslian Rupiah, serta memanfaatkan seluruh pecahan Rupiah, termasuk uang logam, dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.

Respons positif dari pihak sekolah maupun peserta didik menunjukkan bahwa kolaborasi antara edukasi CBP Rupiah dengan pengenalan inovasi MHUL mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan relevan. Pendekatan yang interaktif membuat peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga merasakan secara langsung pentingnya menjaga dan memanfaatkan Rupiah secara optimal.

Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah semakin tertanam kuat sejak awal masa sekolah. Di sisi lain, implementasi MHUL diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan uang logam di lingkungan pendidikan serta membangun budaya menghargai setiap pecahan Rupiah sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pembayaran nasional.

Menanamkan kecintaan terhadap Rupiah tidak hanya dilakukan dengan merawat uang, tetapi juga dengan menghargai setiap pecahannya. Dari ruang-ruang sekolah, lahir generasi muda yang bangga menggunakan Rupiah, bijak mengelola keuangan, dan siap menjadi pelopor dalam menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia.

Leave a reply